BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah.
Kehidupan modern yang serba otomatis semakin mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari mulai bangun tidur sampai berangkat tidur lagi kita telah di manjakan oleh teknologi, sehingga semua menjadi mudah. Hampir semua peralatan yang diperlukan manusia saat ini serba otomatis. Sehingga jika dilihat dari segi kemudahan, kita lebih merasakan kenikmatan hidup.
Sehat, vitalitas dan panjang umur adalah harapan semua orang, tetapi itu semua tidak akan pernah diperoleh apabila tanpa diikuti oleh usaha yang memadai. Kebiasaan hidup modern pada kebanyakan orang telah menghapus semua usaha untuk mencapai kesegaran jasmani. Kita terbiasa duduk di kursi empuk sambil nonton TV, kemana – mana naik mobil, duduk santai setelah seharian kerja di kantor yang tanpa kegiatan fisik yang berarti, kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama akhirnya kegemukan yang merupakan sumber berbagai macam penyakit akan menghinggapi kita.
Menikmati hidup yang serba otomatis ini telah membuat kita lebih banyak duduk dan berkendara, tanpa harus melakukan aktivitas jasmani yang berarti. Ini dapat menghemat energy yang kita miliki, sehingga dapat di gunakan aktivitas lainya. Apabila hal ini dilakukan terus menerus pada akhirnya bisa mengakibatkan kita menjadi manusia yang kurang gerak. Kesehatan jasmani tidak akan didapatkan oleh individu yang kurang gerak. Disadari atau tidak sebenarnya kesegaran jasmani itu merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia karena kesegaran jasmani bersenyawa dengan hidup manusia.(Depdiknas, TKJI:2007).
Untuk mengetahui dan menilai tingkat kesegaran jasmani seseorang dapat dilakukan dengan pengukuran. Pengukuran kesegaran jasmani dilakukan dengan tes kesegaran jasmani. Untuk melakukan tes diperlukan adanya alat/intrumen. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) merupakan salah satu bentuk instrument untuk mengukur tingkat kesegaran jasmani.(Depdiknas, TKJI:2007)
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas- spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Sebagaimana yang tercantum dalam panduan penilaian kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bahwa: Tes kinerja dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikomotor peserta didik. Kemampuan psikomotor tersebut secara umum mencakup kesegaran jasmani, kelincahan, dan koordinasi yang merupakan unsur-unsur dalam keterampilan gerak, di samping itu dapat juga dilakukan tes kinerja yang secara khusus dapat menggambarkan keterampilan dalam pendidikan jasmani dan olahraga seperti keterampilan bermain sepak bola, keterampilan bermain bola basket, keterampilan bermain bola voli dan sebagainya. ( 2007.panduan penilaian kelompok mata pelajaran penjasorkes.BNSP.DEPDIKNAS)
Peningkatan kesegaran jasmani di lingkunga sekolah perlu dibina untuk menunjang tercapainya proses belajar mengajar yang optimal, karena apabila siswa mempunyai kesegaran jasmani yang baik akan dapat melaksanakan kewajiban belajarnya dengan baik pula. Namun apabila siswa memiliki tingkat kesegaran jasmani yang jelek dimungkinkan akan tidak mampu mengikuti/menerima beban belajar yang sebetulnya ini adalah tugas dari seorang siswa. Dan pada akhirnya semakin tinggi tingkat kesegaran jasmani siswa akan semakin tinggi pula gairah siswa untuk belajar. Sehingga tujuan pendidikan akan tercapai, walaupun factor yang mempengaruhi berbeda-beda.
SD Negeri Cebongan 02 merupakan bentuk representasi dari SD yang berada di wilayah Gugus Teuku Umar Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Di Kecamatan Argomulyo kota Salatiga terdapat 20 SD Negeri, yang terbagi menjadi dua daerah binaan/dabin, yaitu dabin I dan dabin II. SD Cebongan 02 secara kebetulan berada dalam dabin I, yang terdiri dari 10 Sekolah Dasar dengan dua Gugus yaitu Gugus Teuku Umar dan Gugus Ahmadyani. Pada umumnya keadaan dari masing-masing SD tersebut tidak jauh berbeda, baik sarana dan prasarana, fisik bangunan, jumlah guru, jumlah murid, letak geografis maupun kondisi secara umum siswa. Karena wilayah Kecamatan Argomulyo yang terletak di sebelah selatan Kota Salatiga adalah daerah pinggiran yang wilayahnya tidak terlalu luas. Kehidupan pedesaan yang masih kental sering kali membuat waktu belajar siswa terganggu untuk membantu orang tua memenuhi kebutuhan ekonomi, yang pada akhirnya dapat menpengaruhi hasil belajar siswa. Demikian juga terhadap tingkat kesegaran jasmaninya.
Tingkat kesegaran jasmani siswa di SD Negeri Cebongan 02 selama ini belum di ketahui secara pasti. Untuk mengetahui secara pasti sesuai dengan fakta di lapangan tentang status kesegaran jasmani siswa SD Negeri cebongan 02, perlu diadakan penelitian.
Dari uraian diatas melatar belakangi untuk mengadakan penelitian guna mengetahui tingkat kesegaran jasmani khususnya siswa kelas empat dan kelas lima SD Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Karena penelitian ini bersifat deskriptif, jadi hanya akan menggambarkan bagaiman tingkat kesegaran jasmani siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.
1.2. Permasalahan.
Dari latar belakang diatas dapat di identifikasi masalah sebagai berikut :
1.2.1. Perlu di ketahui tingkat kesegaran jasmani siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.
1.3. Tujuan Penelitian.
Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siwa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.
1.4. Manfaat penelitian.
1.4.1. Secara praktis, mengetahui kondisi tingkat kesegaran jasmani siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
1.4.2. Sebagai masukan bagi guru penjas di sekolah tersebut untuk meningkatkan serta memelihara tingkat kesegaran jasmani siswa sehingga dapat mendukung tercapainya prestasi belajar yang maksimal.
1.4.3. Sebagai masukan bagi pemerintah untuk memperhatikan dan membina serta meningkatkan kualitas kesegaran jasmani anak sekolah dasar, sesuai dengan pola pembinaan generasi yang ada.
1.5. Pemecahan Masalah.
Melakukan survey dengan teknik Tes Kesegaran Jasmani siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.
BAB II
LANDASAN TEORI.
2.1. Pengertian Kesegaran Jasmani
Ada beberapa pengertian kesegaran jasmani, diantaranya adalah :
2.1.1. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Untuk dapat mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar. (http://ch1ples.wordpress.com/2008/02/27/pengertian-dan-hubungan-antara-tes-pengukuran-dan-evaluasi/ di unduh: 2 Mei 2010)
2.1.2. Kesegaran jasmani adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas sehari – hari dengan giat dan dengan penuh kewaspadaan, tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan dengan energy yang cukup untuk menikmati waktu senggangnya dan menghadapi hal – hal darurat yang tak terduga sebelumnya. (Yunusul Hairy, 2005: 1.17).
2.1.3. Menurut T. Cholik Muthohir, kesegaran jasmani pada hakikatnya merupakan kondisi fisik yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti, yang mencakup ranah fisik, mental, social dan emosional sehingga merupakan kesegaran atau kebugaran total/ total fitnees. ( Cahyo Yuwono, 2008. Tes dan Pengukuran Penjas. PJKR FIK UNNES)
2.1.4. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa lelah. Pengukuran kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan berbagai tes kesegaran jasmani yang telah dibakukan dan sesuai dengan tingkat usia peserta didik; seperti Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI), Tes Aerobik, dsb. Pengukuran kesegaran jasmani ini sebaiknya dilakukan tiap tiga bulan sekali, sehingga dapat diketahui tingkat perkembangan atau kemajuannya. ( 2007. Panduan penilaian kelompok mata pelajaran penjasorke.BSNP.DEPDIKNAS)
2.1.5. Tingkat Kesegaran Jasmani adalah batasan tinggi rendahnya kondisi tentang kesegaran jasmani seseorang yang hanya bisa dilihat dengan tes kesegaran jasmani. Tingkat kesegaran jasmani dapat digolongkan menjadi 5 kategori yaitu : baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali ( Dasar TKJI Depdikbud 2007 ).
Kesegaran jasmani bagi anak SD merupakan prinsip utama dalam tujuan pendidikan jasmanin yaitu mengutamakan partisipasi semua siswa dan upaya pendidikan untuk membentuk kebiasaan hidup aktif dan sehat di sepanjang hayat. Sumbangan penting dari aktivitas jasmani dalam pendidikan adalah tercapainya tingkat kesegaran jasmani siswa yang optimal.
2.2. Komponen Kesegaran Jasmani.
2.2.1. Kekuatan
Strength, Kemempuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja
2.2.2. Daya tahan
Endurance, Kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus
2.2.3. Daya Otot
Muscular Power, Kemampuan seseorang dalam mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu sepemdek-pendeknya
2.2.4. Kecepatan
Speed, Kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya.
2.2.5. Daya lentur
Flexibility, Efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas
2.2.6. Kelincahan
Agility, Kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu.
2.2.7. Koordinasi
Coordination, Kemampuan seseorang mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda kedalam pola gerakan tunggal secara efektif.
2.2.8. Keseimbangan
Balance, Kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot.
2.2.9. Ketepatan
Accuracy, Kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran.
2.2.10. Reaksi
Reaction, Kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera
2.3. Fungsi Kesegaran Jasmani.
Fungsi kebugaran jasmani Menurut Dirjen Olah raga dan Pemuda, Fungsi kebugaran jasmani di bagi dua :
2.3.1. Fungsi umum, untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, kesanggupan, daya kreasi dan daya tahan dari setiap manusia, yang berguna untuk mempertinggi daya kerja dalam pembangunan dan pertahanan bangsa dan Negara.
2.3.2. Fungsi khusus
2.3.2.1. Golongan yang berdasarkan pekerjaan.
Misalnya kebugaran jasmani bagi olahragawan untuk meningkatkan prestasi.
2.3.2.2. Golongan yang berdasarkan keadaan.
Misalnya, kebugaran jasmani bagi perempuan yang sedang hamil untuk menghadapi saat melahirkan.
2.3.2.3. Golongan yang berdasarkan umur.
Misalnya, kebugaran jasmani bagi anak – anak untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhan.
2.4. Hakekat Kesegaran Jasmani.
Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efesien tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.
Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan agar dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh. Proses latihan dilakukan dengan cara berulang-ulang dengan menambah beban latihan dengan skala tertentu. Hal ini akan menyebabkan orang kian terampil, kuat, dan efesien dalam gerakannya.
Berkenaan dengan pembinaan kondisi fisik perlu meningkatkan kesegaran jasmani, kita perlu mengenal beberapa unsur-unsur kesegaran jasmani yang perlu dilatih. Unsur-unsur tersebut yaitu, kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, daya ledak, dan daya tahan otot jantung dan paru-paru.
2.5. Aspek Kesegaran Jasmani
Aspek-aspek pengukuran kebugaran jasmani, yaitu :
2.5.1. Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan antara lain :
• Daya tahan jantung dan paru-paru
• Kekuatan otot
• Daya tahan otot
• Fleksibilitas
• Komposisi tubuh
2.5.2. Kesegaran jasmani yang behubungan dengan keterampilan antara lain :
Kecepatan
Kekuatan (power)
Keseimbangan
Kelincahan
Koordinasi
Kecepatan reaksi
2.5.3. Tri Nurharsono juga berpendapat bahwa kesegaran jasmani mencakup dua aspek yaitu :
2.5.3.1. Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related Fitness)Yaitu kesegaran jasmani yang diperlukan oleh atlet sebagai komponen dasar untuk mencapai prestasi, yang meliputi:
a. Daya tahan jantung paru (kardiorespirasi)
Daya tahan jantung paru adalah kesanggupan sistem jantung, paru-paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan berarti. Daya tahan jatung-paru sangat penting untuk menunjang kerja otot yaitu dengan cara mengambil oksigen dan menyalurkan ke otot yang aktif.
2.1.4.1.1. b. Kekuatan otot
Secara fisisologis, kekuatan otot adalah kemarnpuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan satu kerja kontraksi secara maksimal melawan tahanan/beban. Secara mekanis kekuatan otot didefinisisksn sebagai gaya (force) yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot dalam kontraksi maksimal.
2.1.4.1.2. c. Daya tahan otot
Daya tahan otot adalah kapasitas otot untuk melakukan kontraksi secara terus¬ menerus pads tingkat sub maksimal.
2.1.4.1.3. d. Fleksibilitas
Fleksibilitas adalah kernampuan sendi untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi secara maksimal. Fleksibilitas menunjukkan besarnya pergerakan sendi secara maksimal sesuai dengan kemungkinan gerakan (range of movement).
2.1.4.1.4. e. Komposisi tubuh
Komposisi tubuh adalah susunan tubuh yang digambarkan sebagai dua komponen yaitu: lemak tubuh dan masa tanpa lemak. Indek Masa Tubuh (IMT) adalah berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. Indeks masa tubuh merupakan cara untuk menggambarkan berat badan dalam hubungannya dengan tinggi badan. Dengan perkataan lain, Indeks masa tubuh digunakan untuk melihat status gizi atlet. Tinggi badan adalah jarak dari lantai kepala tanpa alas kaki pada posisi berdiri tegak. Presentase Lemak Tubuh adalah perbandingan antara berat lemak tubuh dan berat badan yang diperoleh melalui rumus ketebalan lemak menggunakan alai skinfold.
2.5.3.2. Kesegaran Jasmani yang Berhubungan Diri
Komponen kesegaran jasmani yang berhubungan (skill related fitness), diperlukan oleh atlet untuk komponen dasar bagi pengembangan ketrampilan sesuai dengan karakteristik cabang olahraga yang meliputi :
a. Koordinasi
Koordinasi merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan atau kerja dengan sangat tepat dan efisien. Koordinasi menyatakan hubungan harmonis berbagai faktor yang terj adi pada suatu gerakan.
b. Keseimbangan
Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri (static balance) atau pada saat melakulcan gcrakan (dynamic-balance). Kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain antara lain: visual, vestibular, proprioseptif.
c. Kecepatan
Kecepatan adalah kemampuan untuk nielaksanakan geralcan yang sama atau tidak sama dalam waktu sesingkat mungkin.
d. Kecepatan Reaksi
Kecepatan reaksi adalah waktu yang diperlukan antara munculnya suatu stimulus atau rangsangan dengan mulainya suatu reaksi. Stimulus atau langsangan dengan mulainya suatu reaksi. Stimulus untuk kecepatan reaksi berupa: penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, dan sentuhan. Kecepatan reaksi berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Kecepatan reaksi yang berkurang pada atlet disebabkan oleh lambatnya pemrosesan informasi (Tri Nurharsono; 2006;52-55)
2.6. Faktor yang mempengaruhi Kesegaran Jasmani.
Menurut Abdulkadir Ateng (asas dan landasan pendidikan jasmani.1992 :65), kesegaran jasmani yang tinggi tidak dapat dicapai semata-mata hanya dengan latihan fisik, tetapi harus pula memperhatikan hal-hal seperti :
a. Pemeriksaan kesehatan berkala.
b. Gizi yang memadai.
c. Pemeliharaan Gigi.
d. Latihan yang sesuai dengan usia dan kondisi.
e. Pekerjaan.
f. Rekreasi dan bermain.
g. Relaksasi dan istirahat.
Faktor – faktor lain yang mempengaruhi kesegaran jasmani diantaranya adalah :
2.6.1. Umur.
Kebugaran jasmani pada anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8% -1% per tahun, akan tetapi apabila rajin berolahraga penurunan ini akan dapat dikurangi sampai separuhnya.
2.6.2. Jenis Kelamin
Sampai pada masa pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tetapi setelah masa pubertas anak laki-laki biasanya mempunyai nilai yang jauh lebih besar.
2.6.3. Genetik.
Berpengaruh terhadap kapasitas jantung, paru-paru, postur tubuh, obesitas, sel darah, serat otot.
2.6.4. Makanan.
Daya tahan yang tinggi akan di capai bila konsumsi karbohidrat juga tinggi, sekurang-kurangnya 60 – 70 %. Diet tinggi protein untuk memperbesar otot dan juga untuk olahraga yang memerlukan kekuatan otot yang besar.(http://afand.cybermq.com/post/detail/6966/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kebugaran-jasmani/diunduh 2 Mei 2010)
2.6.5. Olah raga.
Dengan melakukan olahraga terus menerus kesegaran jasmani pasti meningkat.(Rubianto Hadi,2007:49)
2.7. Kesegaran Jasmani bagi anak SD.
Tujuan utama pendidikan jasmani ialah membina kesehatan dan sekaligus kebugaran jasmani. Sumbangan penting dari aktivitas jasmani dalam pendidikan adalah terpercapainya tingkat kesegaran jasmani.
Kesegaran jasmani merupakan konsep yang makin berkembangan sehubungan dengan kualitas kemampuan fungsi organ tubuh untuk menjalankan tugas dan gerak dalam kehidupan sehari-hari dan setiap tugas itu memiliki tingkatan tuntutan masing-masing.
Kesegaran jasmani bagi anak SD merupakan prinsip utama dalam tujuan pendidikan jasmani yaitu mengutamakan partisipasi semua siswa dan upaya pendidikan untuk membentuk kebiasaan hidup aktif di sepanjang hayat. Sumbangan penting dari aktivitas jasmani dalam pendidikan adalah tercapainya tingkat kesegaran jasmani.
2.8. Manfaat Kesegaran jasmani.
Dampak latihan jasmani terhadap tubuh diantaranya adalah :
• Meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru
• memperkuat sendi dan otot
• Menurunkan tekanan darah
• Mengurangi lemak
• Memperbaiki bentuk tubuh
• Memperbaiki kadar gula darah
• Mengurangi risiko penyakit jantung koroner
• Memperlancar aliran darah
• Memperlancar pertukaran gas
• Memperlambat proses menjadi tua
Dari beberapa pengertian diatas penulis berpendapat bahwa pengertian kesegaran jasmani adalah orang yang cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efektif tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia karena kesegaran jasmani dapat memberikan corak kualitas hidup manusia.
2.9. Pengertian Tes
Ada beberapa pengertian tes, diantaranya :
2.9.1. Tes adalah suatu instrument yang digunakan untuk mendapatkan suatu informasi tentang individu atau obyek. Instrument dapat berupa pertanyaan yang ditulis maupun wawancara, pengamatan atau ketrampilan gerak fisik yang ditentukan atau pengamatan tingkah laku, yang apapun bentuknya hendaknya mempunyai criteria tertentu. ( Cahyo Yuwono, 2008. Tes dan Pengukuran Penjas. PJKR FIK UNNES)
2.9.2. Tes adalah instrumen atau alat yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang individu atau objek. Sebagai alat pengumpul informasi atau data, tes harus dirancang secara khusus. Kekhususan tes terlihat dari bentuk soal tes yang digunakan, jenis pertanyaan, rumusan pertanyaan yang diberikan, dan pola jawabannya harus dirancang menurut kriteia yang telah ditetapkan. Demikian juga waktu yang disediakan untuk menjawab pertanyaan serta pengadministrasian tes juga dirancang secara khusus. Selain itu aspek yang diteskanpun terbatas. Biasanya meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Kekhususan-kekhususan tersebut berbeda antara satu tes dengan tes yang lain. Tes ini dapat berupa pertanyaan tertulis, wawancara, pengamatan tentang unjuk kerja fisik, checklist,danlain-lain. (http://ch1ples.wordpress.com/2008/02/27/pengertian-dan-hubungan-antara-tes-pengukuran-dan-evaluasi/ di unduh: 2 Mei 2010)
2.9.3. Test Kondisi Fisik.
Ada beberapa macam test yang di kemukakan oleh Cahyo Yuwono dalam buku ajar tes dan pengukuran penjasorkes, yaitu :
2.9.3.1. Test Kelincahan.
Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh atau bagian-bagiannya secara cepat dan tepat dengan tanpa kehilangan keseimbangan. Macam test kelincahan diantaranya adalah, squat thrust, dogging run.
2.9.3.2. Test Keseimbangan.
Terdapat dua macam keseimbangan, yaitu keseimbangan statis dan dinamis. Keseimbangan statis adalah kemampuan untuk mempertahankan keadaan dalam keadaan diam, sedangkan keseimbangan dinamis adalah kemampuan untuk mempertahankan keadaan seimbangan dalam keadan bergerak. Macam tesnya antara lain stork stand, bass stick test.
2.9.3.3. Test Koordinasi.
Koordinasi didefinisikan sebagai hubungan yang harmonis dari hubungan saling pengaruh di antara kelompok-kelompok otot selama melakukan kerja. Bentuk tesnya antaralain lempar tangkap bola tenis, soccer wall volley test.
2.9.3.4. Test Power.
Power atau daya ledak disebut juga sebagai kekuatan eksplosif yang di bedakan menjadi dua yaitu asiklik dan siklik. Macam tesnya antara lain adalah vertical jump, standing board jump, vertical arm pull, two hand medicine ball put, vertical power jump, margarita kalaman power test.
2.9.3.5. Test Waktu Reaksi.
Waktu reaksi adalah periode antara diterima rangsang dengan permulaan munculnya jawaban. Bentuk tesnya diantaranya adalah nelson hand reaction test.
2.9.3.6. Test Daya Tahan Kardiovaskuler.
Kapasitas system sirkulasi ( jantung, pembuluh darah dan darah ) dan system respirasi ( paru ) untuk menyampaikan oksigen keotot yang sedang bekerja dan mengangkut limbah otot tersebut, kegiatan tersebut dikatagorikan sebagai daya tahan kardiovaskuler. Macam tesnya antara lain multistage fitness tes, havard step tes.
2.9.3.7. Test Kelentukan.
Kelentukan merupakan kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin tanpa terjadi ketegangan sendi dan cedera otot. Macam tesnya antara lain sit and reach, bridge up/kayang, split.
2.9.3.8. Test Kekuatan.
Kekuatan adalah tenaga kontraksi otot yang dicapai dalam sekali usaha maksimal. Macam tesnya antara lain expanding dynamometer, back dynamometer, grip streng tes, leg dynamometer, sit up.
2.9.3.9. Test Daya Tahan Otot.
Daya tahan adalah kemapuan otot untuk melakukan kerja secara terus menerus dalam waktu relative lama dengan beban tertentu. Bentuk tesnya antara lain pull up tes, sit up, flexed arm hang, push up tes.
2.9.4. Tes Kesegaran Jasmani
Pada dasarnya adalah bagian dari upaya pembinaan fisik, karena dapat dipergunakan untuk mengetahui kualitas orang yang di tes. Setiap upaya pembinaan selalu dinilai seberapa jauh keberhasilan upaya tersebut. Keberhasilan pembinaan kesegaran jasmani di nilai dengan menyelenggarakan tes kesegaran jasmani. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia adalah salah satu bentuk tolok ukur kesegaran jasmani. Pendidikan jasmani di sekolah merupakan salah satu bentuk pembinaan kesegaran jasmani bagi anak didik. (TKJI,2007:29)
BAB III
METODE PENELITIAN.
3.1. Metode pengumpulan data dengan suevey teknik tes.
Langkah-langkah yang ditempuh supaya tidak terjadi salah langkah dalam pelaksanaan penelitian dilakukan dengan tahapan-tahapan yaitu :.
3.1.1. Menentukan Populasi
Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. Populasi yang direncanakan dalam rencana penelitian dapat disebut populasi target. Populasi target ini dapat berupa jumlah obyek yang di tetapkan peneliti. (Sukardi, 2008: 53). Berdasarkan pengertian di atas maka populasi ini adalah semua siswa Kelas empat dan semua siswa kelas lima pada SD Negeri Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga tahun pelajaran 2009 / 2010, dengan jumlah 87 siwa yang terdiri dari 26 siswa putri kelas empat, 20 siswa putra kelas empat, 24 siswa pitri kelas lima dan 17 siswa putra, yang dapat dilihat dalam tabel 3.1 di bawah :
Tabel 3.1
Populasi Siswa KelasIV& V SD Negeri Cebongan 02
Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga
No Kelas L P
1 Kelas Empat 20 26
2 Kelas Lima 17 24
jumlah 37 50
Sumber: data primer yang diperoleh
Secara umum karakterisktik siswa Sekolah Dasar menurut Noehi Nasution (1997: 45) adalah sebagai berikut:
a. Terdapatnya hubungan yang positif antara kondisi jasmani dengan kemampuan belajar atau prestasi sekolah.
b. Mempunyai sifat tunduk dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang dibuat bersama.
c. Terdapat kecenderungan untuk memuji dirinya sendiri.
d. Terdapat sifat suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
e. Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu tugas, maka tugas tersebut dianggap tidak penting.
f. Memungkinkan sesuatu hasil yang baik tanpa memperhatikan atau mengingat apakah hasil yang tersebut sesuai dengan kemampuannya.
g. Terdapat kecenderungan untuk melakukan kegiatan kehidupan yang bersifat praktis yang lebih nyata.
h. Realitas, rasa ingin tahu yang besar, ingin mendapatkan sesuatu.
Sifat populasinya adalah homogen karena :
1. Semuanya adalah siswa yang berusia 10 – 12 tahun.
2. Semuanya adalah siswa Sekolah Dasar .
3. Semuanya mendapatkan pelajaran Penjas.
4. Semuanya dalah siswa Sekolah Dasar Negeri Cebongan 02 Kecamatn Argomulyo Kota Salatiga.
3.1.2. Menentukan Sampel
Sample adalah sebagian atau wakil populasinya adalah sebanya 87 siswa Sekolah Dasar, yang akan diambil sebagai sample adalah sebayak 100% dari jumlah populasi. Jadi penelitian ini disebut sebagai penelitian populasi dengan teknik total sampling. Hal ini dengan alasan sebagai berikut:
1. Agar hasil penelitian dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya di lapangan.
2. Jumlah populasinya tergolong kecil yang memungkinkan setiap anggota populasi menjadi sampel.
3.1.2.1. Menentukan Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian merupakan objek yang dijadikan sasaran dalam penelitian, objek tersebut sering kita sebut sebagai gejala, sedang gejala-gejala yang menunjukkan variasi baik dalam jenisnya maupun tingkatnya disebut variabel. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kesegaran jasmani pada siswa kelas empat dan kelas lima Sekolah Dasar Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga Tahun Ajaran 2009 / 2010
3.2. Pengambilan data dengan test TKJI
Metode ini digunakan pada saat survey test, yaitu untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di sekolah yang bersangkutan. Untuk memperoleh data tentang kesegaran jasmani siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga melalui teknik seragkaian tes lapangan berupa :
1. Lari 40 meter
Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari dengan menempuh jarak 40 M dalam satuan detik, pengambilan waktu dua angka dibelakang koma (stop watch digital) tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur kecepatan, karena merupakan unsur dalam kesegaran jasmani.
2. Gantung siku tekuk
Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai peserta dalam mempertahankan sikap gantung siku tekuk dalam satuan detik. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu.
3. Baring duduk 30 detik
Hasil yang dicapai adalah banyaknya jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 30 detik, peserta yang tidak mampu melakukan tes baring duduk ini hasilnya ditulis dengan angka 0 (nol). Tujuan dari tes ini untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.
4. Loncat Tegak
Hasil yang dicatat adalah selisih antara raihan loncatan raihan tegak peserta melakukan 3 X loncatan dan selisih terbesar diambil. Tujaun dari tes ini adalah mengukur daya ledak otot tungkai.
5. Lari 600 meter
Hasil yang dicatat adalah waktu yang ditempuh pelari dengan jarak 600 M dalam satuan menit dan detik. Pengambilan waktu dilakukan pada saat bendera start diangkat sampai tepat melewati garis final. Tujuan dari tes ini adalah untuk daya tahan jantung, peredaran darah dan perut.
3.3. Kesahihan Rangkaian Tes Kesegaran Jasmani.
Rangkain tes ini mempunyai standar nilai kesahihan dengan validitas dan reliabilitas yang di tentukan. Rangkaian tes kesegaran jasmani untuk anak umur 10 – 12 tahun mempunyai nilai validitas :
a. Untuk putra 0.884 (Aitken)
b. Untuk putrid 0.894 (Aitken)
Sebuah intrumen dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah di ukur dengan tingkat reliabilitas. Rangkaian tes kesegaran jasmani untuk anak umur 10-12 tahun mempunyai nilai reliabilitas :
a. Untuk putra 0,911
b. Untuk putrid 0,942
(TKJI,2007:3)
3.4. Fasilitas dan Peralatan
Rangkain tes kesegaran jasmani untuk anak usia 10 – 12 tahun memerlukan beberapa peralatan dan fasilitas seperti:
a. Tempat / lokasi.
Tempat yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas yang ada di sekolah yaitu halaman dan jalan di kampung di belakang sekolah.
b. Stopwatch
Stopwach sangat penting digunakan untuk mengambil waktu yang di capai dalam tes.
c. Kapur
Kapur di gunakan untuk membuat garis start dan finis serta dipergunakan dalam loncat tegak.
d. Bendera Start
Bendera start digunakan dalam pemberangkatan start lari.
e. Peluit
Peliut digunakan untuk mengumpulkan siswa dan member aba-aba.
f. Nomor dada
Nomor dada digunakan untuk mempermudah petugas mengidentifikasi peserta dalam mencatat hasil tes kesegaran jasmani.
g. Roll meter
Di gunakan untuk mengukur lintasan lari.
h. Palang tunggal
Di gunakan untuk tes gantung siku tekuk.
i. Papan bersekala
Di gunakan untuk tes loncat tegak
j. Formulir tes
Digunakan untuk mencatat hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan tes.
3.5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data sebagai factor penting dalam penelitian. Metode kali ini yang digunakan adalah dengan metode survey dengan teknik tes dengan prosedur sebagai berikut :
3.5.1. Persiapan
Persiapan yang dilakukan diantaranya adalah mengurus segala bentuk perijinan dan persetujuan dengan instansi terkait, pendataan siswa yang akan menjalani tes kesegaran jasmani, pendataan personil pembantu pelaksana, dan pendataan peralatan yang akan digunakan.
3.5.2. Waktu dan Tempat penyelenggaraan
Waktu penyelenggaraan tes kesegaran jasmani dilaksanakan pada hari Senin tenggal 14 JUNI 2010 bertempat di SD Negeri Cebongan 02, Jl.Sukarno Hatta No.101 Salatiga, dimulai pukul 07.30 Wib.
Tabel 3.2. Jadwal Pengambilan data
No Hari, Tanggal Tempat Tes
1 Senin, 14 Juni 2010 SD N Cebongan 02
Jl. Sukarno Hatta No.101 Salatiga
3.5.3. Tenaga Pelaksana.
Tenaga pelaksanan tes kesegeran jasmani ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari guru – guru SD Negeri cebongan 02 Salatiga dan guru –guru penjas.
3.5.4. Pelaksanaan
Pelaksanaan tes kesegaran jasmani ini berpedoman pada prinsip dasar sebagai berikut :
1. Tes tidak dapat dilaksanakan secara bertahap. Seluruh butir tes harus dilaksanakan dalam satu satuan waktu tanpa terputus.
2. Saat perpindahan butir tes yang satu ke butir tes yang berikutnya diusahakan tidak memberikan waktu bagi peserta untuk istirahat.
3. Perpindahan dari butir tes yang satu ke butir tes berikutnya tidak lebih dari 3 menit.
4. Urutan pelaksanan tes sesuai ketentuan, tidak boleh diacak.
3.6. Cara Penilaian
Urutan pelaksanaan tes kesegaran jasmani Indonesia untuk anak umur 10-12 tahun adalah sebagai berikut :
Pertama : lari 40 meter, untuk mengukur kecepatan
Kedua : gantung siku tekuk, untuk mengukur kekuatan dan ketahan otot lengan dan bahu.
Ketiga : baring duduk 30 detik, untuk mengukur kekuatan dan ketahan Otot perut.
Keempat : loncat tegak, untuk mengukur tenaga ekplosif otot kaki / tungkai.
Kelima : lari 600 meter, untuk mengukur daya tahan jantung, peredaran darah dan pernafasan.
Prestasi dari setiap bitir tes yang diperoleh anak merupakan hasil kasar. Tingkat kesegaran jasmani anak tidak dapat dinilai secara langsung berdasarkan prestasi yang dicapai tersebut, karena satuan ukuran yang dipergunakan masing –masing butir tes tidak sama yaitu :
a. Lari dan gantung siku tekuk menggunakan satuan ukuran waktu.
b. Baring duduk menggunakan ukuran jumlah ulangan gerak.
c. Loncat tegak menggunakan ukuran centimeter.
Satuan ukuran yang berbeda-beda diatas perlu diganti dengan satuan ukuran yang sama yaitu satuan ukuran nilai. Table nilai tes kesegaran jasmani untuk anak umur 10 – 12 tahun putra dan putri tertera pada table berikut :
Table 3.4. Tabel nilai TKJI untuk anak usia 10-12 tahun Putra.
Lari 40 m
(detik) Gantung siku tekuk (detik ) Baring duduk (30detik) Loncat tegak (centimeter) Lari 600m (detik) Nilai
Sd – 6,3” 51” ke atas 23 ke atas 46 ke atas Sd – 2’09” 5
6,4” – 6,9” 31” – 50” 18 – 22 38 – 45 2’20” – 2’30” 4
7,0” – 7,7” 15” – 30” 12 – 17 31 – 37 2’31” – 2’45” 3
7,8” – 8,8” 5” – 14” 4 – 11 24 – 30 2’46” – 3’44” 2
8,9” – dst 4” - dst 0 – 3 23 dst 3’45 dst 1
Table 3.5. Tabel nilai TKJI untuk anak usia 10-12 tahun Putri.
Lari 40 m
(detik) Gantung siku tekuk (detik ) Baring duduk (30detik) Loncat tegak (centimeter) Lari 600m (detik) Nilai
Sd – 6,7” 40” ke atas 20 ke atas 42 ke atas Sd – 2’32” 5
6,8” – 7,5” 20” – 39” 14 – 19 34 – 41 2’33” – 2’54” 4
7,5” – 8,3” 8” – 19” 7 – 13 28 – 33 2’55” – 3’28” 3
8,4” – 9,6” 2” – 7” 2 – 6 21 – 27 3’29” – 4’22” 2
9,7” – dst 0” – 1” 0 – 1 20 dst 4’23” dst 1
Table 3.6. Tabel norma tes kesegaran jasmani Indonesia.
No Jumlah Nilai Klasifikasi
1 22 – 25 Baik Sekali (BS)
2 18 – 21 Baik (B)
3 14 – 17 Sedang (S)
4 10 – 13 Kurang (K)
5 5 – 9 Kurang Sekali (KS)
3.7. Analisis Data.
Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan menjadi berarti apabila dilah dan dianalisa. Pemilihan metode analisa data yang tepat menjadi salah satu factor yang penting dalam proses pengambilan kesimpulan. Karena data yang diperoleh dari hasil penelitian ini berupa angka – angka maka metode analisis data yang dipakai dalam pengolahan data adalah metode analisis data statistik, sesuai pendapat Sutrino Hadi (1987:221), bahwa cara – cara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan data dengan menganalisa data penelitian yang berupa angka-angka adalah dengan statistik.
Metode analisis data statistic akan dapat memberikan efisiensi dan efektifitas kerja, karena dapat membuat data menjadi lebih ringkas. Sedangkan teknik yang dipakai untuk memperoleh data penelitian adalah statistic deskripsi dengan metode analisis deskriptif persentase.
Hasil pengolahan data yang akan dihitung adalah hasil nilai rata-rata persentase siswa yang mengikuti tes kesegaran jasmani ini.
3.8. Variable Yang Mempengaruhi.
Penelitian ini sebenarnya sudah diusahakan semaksimal mungkin untuk menghindari adanya kemungkinan kesalahan selama melakukan pengambilan data penelitian. Factor yangdapat mempengaruhi dan usaha untuk menghindarkanya diantaranya adalah :
3.8.1. Faktor Kesungguhan Hati.
Kesungguhan hati dari masing-masing peserta tes tidaklah sama, hal ini bisa mempengaruhi hasil penelitian. Upaya yang dilakukan untuk menghindari hal tersebut diantaranya adalah dengan memberikan motivasi terlebih dahulu dan pada saat pelaksanaan tes setiap butir tes petugas yang pelaksananya adalah dua orang guru.
3.8.2. Faktor Alat.
Alat yang digunakan dalam penelitian mempunyai peran yang sangat penting dalam pengambilan data, oleh karena itu perlu dilakukan uji coba dan pengecekan alat terlebih dahulu.
3.8.3. Faktor Cuaca.
Pelaksanaan tes yang dilakukan di lapangan terbuka menyebabkan cuaca menjadi factor yang sangat penting. Apabila terjadi hujan atau cuaca yang tidak mendukung maka tes akan di tunda atau diganti di hari berikutnya.
3.8.4. Factor Tenaga Penilai.
Kecermatan dan ketelitian dari tenaga penilai merupakan factor yang penting dalam pengambilan data, untuk itu petugas yang dipilih adalah yang mengetahui persis cara pelaksanaan, peraturan, proses penilaian, dan pemakaian alat, sehingga tes dapat berjalan dengan lancar.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Dalam pengambilan data penelitian adalah menggunakan metode survey teknik tes. Tes yang dilakukan tersebut digunakan untuk memperoleh data lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk 30 detik, loncat tegak, dan lari 600 meter. Data diolah dengan menggunakan analisis deskriptif persentase, dari hasil penelitian diketahui bahwa untuk setiap item tes kesegaran jasmani yang dilakukan siswa kelas empat dan kelas lima SD Negeri Cebongan 02 Salatiga, di dapatkan hasil skor tertinggi dan terendah yang berdasarkan analisis data maka dapat disajikan diskripsi hasil penelitian.
Analisis perhitungan rata-rata dan persentase untuk masing-masing butir tes berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dilihat pada table – table berikut :
Tabel 4.1. Rekapitulasi Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Keseluruhan Kelas
IV dan Kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
NO NILAI FREKUENSI PERSENTASE KATEGORI
1 22 - 25 0 0.00% Baik Sekali (BS)
2 18 - 21 5 5.75% Baik (B)
3 14 - 17 33 37.93% Sedang (S)
4 10 - 13 41 47.13% Kurang (K)
5 5 - 9 8 9.20% Kurang Sekali (KS)
Jumlah 87 100.00%
Gambar 4.2.
Nilai rata - rata Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Keseluruhan Kelas IV dan Kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
Gambar 4.3.
Persentase Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putra
SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
Hasil secara keseluruhan Tes Kesegaran Jasmani siswa kelas IV dan siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010 dengan menggunakan analisis deskriptif persentase dapat diketahui bahwa rata – rata tingkat kesegaran jasmani siswa kelas IV dan kelas V Sekolah Dasar Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga tahun pelajaran 1009/2010 mencapai nilai 12,76 (tabel 4.13). Berdasarkan norma tes kesegaran jasmani Indonesia pada kisaran nilai 10 – 13, yang berarti masuk pada kategori Kurang (K).
Secara keseluruhan hasil yang didapat untuk setiap kategori sebagaimana yang tercantm dalam table 4.13 adalah sebagai berikut :
4.1.1. Kategori Baik Sekali (BS).
Tidak ada satupun dari 87 siswa kelas IV dan Kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009/2010 yang berkategori baik sekali.
4.1.2. Kategori Baik (B).
Sebanyak 5 siswa atau mencapai 6,12 % dari seluruh siswa kelas IV dan kelas VSD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009 / 2010 yang berkategori baik (B).
4.1.3. Kategori Sedang (S).
Sebanyak 33 siswa atau mencapai 37,93% dari seluruh siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009/2010 yang berkategori sedang (S).
4.1.4. Kategori Kurang (K).
Sebanyak 41 siswa atau mencapai 47,13% dari seluruh siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009/2010 yang berkategori Kurang (K).
4.1.5. Kategori Kurang Sekali (KS).
Sebanyak 8 siswa atau mencapai 9,20 % dari seluruh siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009/2010 yang berkategori Kurang Sekali (KS).
4.2. Pembahasan.
Hasil rata – rata tingkat kesegaran jasmani siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga yang hanya mencapai nilai 12,76 yang masuk kategori kurang, ini menunjukkan secara umum hampir semua siswa SD Negeri Cebongan 02 kecamatan Argomulyo Kota Salatiga kurang olah raga / latihan fisik.
Lima siswa dari 87 siwa kelas IV dan kelas V yang berkategori baik, empat diantaranya teryata adalah atlet yang pernah menjadi duta sekolah dalam POPDA SD tahun 2009 kemarin baik tingkat Kecamatan maupun tingkat kota Salatiga, bahkan satu di antanya yaitu Cyndi Putri D.S adalah atlet Karate yang mewakili Salatiga pada POPDA SD di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Dari pengamatan sepintas yang penulis lakukan ketika pelaksanaan tes kesegaran jasmani, siswa yang memperoleh kategori baik dan sedang, di dalam pelaksanaan tes tampak antusias dan bersungguh sungguh dalam berusaha menyelesaikan tahapan tes. Hasil terbanyak adalah yang berkategori kurang, yaitu mencapai 47,13% dengan jumlah siswa mencapai 41 siswa dan kurang sekali sebanyak 8 siswa atau mencapai 9,20%. Semua ini tidak lepas dari kondisi dan situasi yang ada, dimana tes dilakukan setelah pelaksanaan Ulangan Akhir Semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) yang dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut. Praktis pada minggu-minggu tersebut para siswa akan mengurangi kegiatan – kegiatan geraknya baik di sekolah maupun di rumah. Dalam masa-masa seperti ini biasanya para orang tua akan melarang mereka bermain dan sebaliknya akan mendorong anaknya untuk belajar di rumah untuk menghadapi UAS dan UKK.
Dari fakta hasil penelitian tingkat kesegaran jasmani Siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga, kondisi riil para siswa SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga dikaitkan dengan factor – factor yang mempengaruhi kesegaran jasmani yaitu: umur, genetic, makanan, jenis kelamin, dan olahraga.
4.2.1 Factor Umur
Tes yang dilaksanakan menggunakan acuan TKJI tahun 2007 untuk anak usia 10 s/d 12 tahun, sesuai dengan acuan yang ada dimana Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk anak Indonesia telah mengklasifikasikanya menjadi empat kelompok umur yaitu, kelompok umur 6-9 tahun, kelompok umur 10-12 tahun, kelompok umur 13-15 tahun, dan 16-19 tahun.
Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1% per tahun. (http://pbprimaciptautama .blogspot.com /2007 _05 _ 01_archive.html: diunduh 12 Juli 2010)
Karakter sample berdasarkan umur dan jenis kelamin tidak ada masalah, karena umur masuk dalam table kategori 10 sampai 12 tahun dan jenis kelamin homogen yaitu semua siswa kelas V dan kelas IV Sekolah Dasar Negeri Cebongan 02 Salatiga. Dengan demikian factor umur bukan merupakan factor yang mempengaruhi hasil tes, sepanjang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.
4.2.2 Factor Jenis kelamin
Sampai pada masa pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar. (http://afand.cybermq.com/post/detail /6966/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kebugaran-jasmani/diunduh2 Mei 2010).
Pendapat tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang jika dilihat dari klasifikasi hasil anak laki-laki dan hasil anak perempuan tidak terjadi perbedaan yang mencolok, dimana hasil nilai rata-rata untuk anak laki – laki adalah 12,76 dengan jumlah sempel 38 anak dan hasil rata-rata untuk anak perempuan adalah 12,83 dengan jumlah sempel 49 anak.
4.2.3 Factor Genetic.
Ada 3 hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu :
1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.
2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh darah, dan pernapasan (paru - paru).
3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dan
kelemahan. (http://www.scribd.com /doc /22056994 /kebugaran-jasmani)
Dari tiga hal tersebut diatas pada fungsi organ yang berkenaan dengan jantung, pembuluh darah, dan pernafasan serta fisik yang berkenaan dengan otot, tulang, dan lemak, kondisi pada masing – masing siswa tidak terlepas dari factor keturunan / genetic.
Faktor genetic sangat menentukan perbedaan tingkat kesegaran jasmani dari masing-masing individu siswa. Orang tua yang mengalami gangguan atau menderita suatu kelainan psikis maupun fisik akan mempengaruhi keturunannya. Demikian pula jika orang tua gemar berolahraga atau mungkin mantan atlet maka akan mendorong anaknya untuk giat berolahraga yang pada akhirnya akan meningkatkan kebugaran anak tersebut.
4.2.4 Factor Makanan.
Anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik dari pada kelompok balita, karena kelompok umur sekolah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang dilakukan oleh pemerintah dengan sasaran anak – anak sekolah dasar. Ini merupakan wujud upaya peningkatan gizi pada anak –anak usia sekolah disamping upaya-upaya yang lainnya. Pada akhirnya diharapkan tingkat status gizi anak akan menjadi lebih baik. Sebagaiman pendapat Widodo Judarwanto bahwa: Tumbuh berkembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantiĆtas yang baik serta benar. Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna.(Widodo judarwanto: http://kesulitanmakan. bravehost.com)
Dari segi gizi atau asupan yang dikonsumsi siswa sangat variatif tergantung pada kondidi ekonomi keluarga. Masing-masing siswa memiliki latar belakang kondisi ekonomi yang berbeda. Keluarga ekonomi yang sudah mapan dapat menentukan menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sedangkan keluarga ekonomi ke bawah cukup makan dengan menu seadanya. Hal ini sangat berpengaruh pada derajat kesehatan siswa. Penulis melihat hampir pada semua sekolah-sekolah penjual makanan dan minuman yang disajikan nilai gizinya tidak dapat dikontrol oleh pihak sekolah. Karena banyak penjual makanan keliling yang menggunakan kendaraan berpindah-pindah mengejar jam istirahat sekolah. Jenis makanan yang dijual masih menggunakan pemanis, pewarna buatan dan pengawet makanan yang lambat laun mempengaruhi kondisi kesehatan siswa. Salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan adalah perbaikan gizi masyarakat, gizi yang seimbang dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dapat meningkatkan kecerdasan dan menjadikan pertumbuhan yang normal (Depkes RI, 2004).
Pada akhirnya apabila pemahaman siswa maupun pada orang tua siswa betapa pentingya pengaruh gizi terhadap derajat kebugaran dan kesehatan, karena pada kondisi tertentu apabila terjadi kondisi gizi berlebih akan menghasilkan obisitas/kegemukan, dimana pada umumnya anak-anak yang mengalami kegemukan akan rentan terhadap berbagai penyakit.
4.2.5 Factor Olah raga.
Rutin melakukan aktivitas olahraga bukan cuma meningkatkan stamina tapi juga bisa meningkatkan prestasi di sekolah. Karena itu para orangtua diajak untuk memberi dorongan dan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan aktivitasnya. Kegiatan olahraga juga efektif untuk memupuk sikap sportivitas dalam diri anak. Anak akan diajar untuk menerima keberhasilan atau kegagalan dalam semangat yang positif. Anak juga bisa lebih percaya diri, sebagaimana yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Pembelajaran Penjasorkes, yang mensyaratkan nilai – nilai kejujuran, sportivitas, dan semangat yang tinggi. Contoh Kompetensi Dasar Penjas orkes kelas V : KD No.1.2. Mempraktikkan gerak dasar kedalam permainan bola besar sederhana dengan peraturan dimodifikasi serta nilai kerjasama tim, sportifitas dan kejujuran
“Olahraga bisa meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta berpengaruh positif pada perilaku anak di kelas,” tutur Rosa Hertamina, psikolog olahraga dari Universitas Tarumanegara Jakarta.(http://whandi.net). Dari pendapat tersebut jika dilihat hasil Tes Kesegaran Jasmani siswa –siswi SD Negeri Cebongan 02 Salatiga, penulis mendapatkan gambaran bahwa murid SD Negeri Cebongan Salatiga kurang olahraga. Olah raga yang hanya satu minggu sekali tampaknya belum memberikan hasil maksimal pada siswa yang berupa meningkatnya daya ingat dan konsentrasi, hal ini terlihat dalam proses belajar mengajar baik di kelas maupun pembelajaran di luar kelas konsentrasi anak masih banyak yang tidak focus, belum lagi ditambah dengan minimya sarana dan prasarana olah raga yang ada di sekolahan. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan beberapa hal berikut agar kondisi kebugaran siswa menjadi lebih baik diantanya adalah dengan :
• Keteraturan melatih kemampuan gerak yang meliputi kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, dan sebagainya.
• Tertib dalam kehidupan sehari-hari dalam pengaturan makanan, istirahat, berlatih, dan kegiatan lainnya yang bermanfaat.
• Menciptakan lingkungan hidup yang segar, sehat dan menyenangkan.
Dengan demikian factor yang paling dominan mempengaruhi adalah factor olahraga, hal ini dimungkinkan karena minimnya sarana dan prasaran olahraga di sekolah yang di butuhkan oleh anak – anak dalam menunjang aktifitas fisiknya, minimnya gerak yang dilakukan siswa di luar jam sekolah atau pada saat dirumah karena lebih banyak di depan televise dari pada bermain / beraktifitas fisik. Sedangkan factor – factor lainnya sudah barang tentu ikut memberi pengaruh walaupun tidak signifikan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan.
Kesegaran jasmani pada hakikatnya merupakan kondisi fisik yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani di hubungkan dengan usia, bagi anak-anak adalah untuk membantu perkembangan dan pertumbuhannya. Dihubungkan dengan pekerjaan, bagi pelajar adalah untuk meningkatkan dan mempertinggi kemauan belajar, sedangkan bagi olahragawan untuk meningkatkan prestasi.
Peningkatan kesegaran jasmani di lingkunga sekolah yang diharapkan untuk menunjang tercapainya proses belajar mengajar yang optimal, karena apabila siswa mempunyai kesegaran jasmani yang baik akan dapat melaksanakan kewajiban belajarnya dengan baik pula, nampaknya belum terwujud di SD negeri Cebongan 02 Salatiga ini. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan kesegaran jasmani di SD Negeri Cebongan 02 Salatiga, yang pada akhirnya semakin tinggi tingkat kesegaran jasmani siswa akan semakin tinggi pula gairah siswa untuk belajar. Sehingga tujuan pendidikan yang di cita-citakan akan terwujud.
Berdasarkan kesimpulan tentang kesegaran jasmani dan analisa statistic deskriptif persentase di dapatkan hasil penelitian :
“ Tingkat kesegaran jasmani siswa siswi kelas IV dan kelas V SD Negeri cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga tahun pelajaran 2001/2010 dalam kategori kurang, dari analisis deskriptif persentase menunjukkan angka 47,13% dengan jumlah 41 sampel yang berkategori kurang”.
Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Yang berkategori kurang sekali 9,20% dengan jumlah 8 anak.
2. Yang berkategori kurang 47,13% dengan jumlah 41 anak.
3. Yang berkategori sedang 37,93% dengan jumlah 33 anak.
4. Yang berkategori baik 6,12% dengan jumlah 5 anak.
5. Yang berkategori baik sekali 0% karena tidak ada siswa yang berkategori baik sekali.
5.2. SARAN.
Dengan keadaan kesegaran jasmani menurut tes kesegaran jasmani Indonesia untuk anak umur 10 – 12 tahun terhadap siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010 di atas, penulis memberikan beberapa saran :
1. Hasil tersebut diatas dapat di gunakan sebagai gambaran kondisi fisik siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Cebongan 02 Salatiga tahun pelajaran 2009/2010 sehingga guru, pembina, pelatih, kepala sekolah dapat melakukan upaya-upaya meningkatkan kesegaran jasmani bagi siswa yang di asuh.
2. Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebagai tolok ukur tugasnya dalam mengajar.
3. Supaya dialkukan kegiatan – kegiatan yang dapat mendukung dan meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswanya, sehingga dengan tingkat kesegaran jasmnai siswa yang baik di mungkinkan tingkat kemampuan belajar dan prestasi belajar siswa meningkat.
4. Supaya diadakan penelitian korelasi antara tingkat kesegaran jasmani siswa dengan proses belajar mengajar.
5. Supaya dilakukan penelitian dengan menggunakan jenis tes yang lain sebagai pembanding.
Daftar Pustaka:
------------Depdiknas, TKJI:2007)
------------2007.panduan penilaian kelompok mata pelajaran penjasorkes. BNSP.DEPDIKNAS)
------------http://ch1ples.wordpress.com/2008/02/27/pengertian-dan-hubungan-antara-tes-pengukuran-dan-evaluasi/ di unduh: 2 Mei 2010)
T. Cholik Muthohir, Cahyo Yuwono, 2008. Tes dan Pengukuran Penjas. PJKR FIK UNNES
------------2007. Panduan penilaian kelompok mata pelajaran penjasorke. BSNP.DEPDIKNAS
------------Dasar TKJI Depdikbud 2007
.
------------(http://afand.cybermq.com/post/detail/6966/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kebugaran-jasmani di unduh : 2 Mei 2010
------------,2007. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia : Depdiknas.
------------,Tes dan Pengukuran. http://ch1ples.wordpress.com/2008/02/27/pengertian-
dan-hubungan- antara-tes-pengukuran-dan-evaluasi/
diunduh: 2 Mei 2010
Cahyo Yuwono, 2008. Tes dan Pengukuran Penjas. PJKR FIK UNNES.
------------,Tes dan Pengukuran. http://ch1ples.wordpress.com/2008/02/27/pengertian-
dan-hubungan- antara-tes-pengukuran-dan-evaluasi/
di unduh: 2 Mei 2010
------------, Definisi. www.dephut.go.id/halaman/pranalogi_kehutanan/definisi.pdf.
diunduh : 3 mei 2010.
Yunusul Hairy,2005, Dasar-dasar Kesehatan Olahraga. Universitas Terbuka.
Peni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Teknik+Sampling
dinduh : 3 mei 2010
Sukardi, 2008: 53.Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan prakteknya. Bumi
Aksara Jakarta.
Noehi Nasution (1997: 45
Sutrino Hadi ,1987:221
Rubianto Hadi,Dasar Kepelatihan2007:49
Widodo judarwanto: http://kesulitanmakan. bravehost.com) diunduh: 16 Juli 2010.
(http://www.scribd.com /doc /22056994 /kebugaran-jasmani)
.(http://whandi.net)
(http://afand.cybermq.com/post/detail/6966/faktor-faktor-yang-mempengaruhi- kebugaran-jasmani/diunduh2 Mei 2010).
LAMPIRAN - LAMPIRAN
Tabel 1 :Hasil Keseluruhan Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan kelas V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010
NO NAMA Umur (th) LARI 40m Gantung Siku Baring Duduk 30 dtk Loncat Tegak LARI 600m
1 Wahyu Arif Andrianto 11 7.01 12.58 15 35 2.32
2 Dida Anggri Setiawan 11 7.24 21.38 15 34 2.23
3 Wisnu Aji Pratama 11 7.14 24.82 15 40 2.12
4 Sofi Maulana 10 7.14 57.81 14 39 2.04
5 Debita Mutiara Dewi 10 8.62 4.5 11 22 2.51
6 Rio Setiawan 10 7.62 48.89 11 32 2.11
7 Dony Purnama Yonawan 10 7.92 22.92 19 33 2.09
8 Septia Indah K 10 9.18 2.1 2 10 4.07
9 Tassa Regina Dewi 10 8.8 12.11 12 29 3.15
10 Hera Bagus Pratama 10 8.28 7.8 12 28 3.13
11 Aris Saefulloh 10 9.3 4.3 7 12 3.23
12 Noviana Vira Dela 10 7.23 13.92 13 30 2.44
13 Milania Kusuma Wardani 10 8.02 2.52 3 25 3.38
14 Cornelia Desirinda D K 10 7.54 40.38 10 23 3.19
15 Amalia Indah Safitri 10 9.14 2.08 7 28 3.07
16 Luthfi Asysyifa Nur A 10 8.71 9.49 5 25 3.09
17 Muhammad Abdul Aziz 10 8.17 22.47 1 28 3.16
18 Hendri Prabowo 10 9.13 3.75 5 22 2.14
19 Yosept Cristian 10 9.3 5.3 6 19 2.14
20 Riana Mela Wulandari 10 8.31 9.62 14 32 3.31
21 Fitra Hutomo 10 9.3 4.2 6 27 3.18
22 Anton Abidin 10 7.23 8.26 10 31 3.16
23 Andika Agung Wibowo 10 7.6 48.8 22 30 3.18
24 Ari Prihandini 10 8.56 7.84 3 24 3.25
25 Imam Saefuddin 10 7.3 43.7 11 30 2.35
26 Nurul Cahyaning N S 10 8.93 4.86 11 25 2.53
27 Vinda Khoerunisa A 10 7.52 8.2 13 28 3.19
28 Adinda Apriola Orlando 10 9.54 3.2 5 21 2.47
29 Ndaru Arya Pradana 10 8.83 6.92 13 33 2.34
30 Imanuel Piardotama 10 8.05 16.05 9 30 3.00
31 Ery Kristanto Putra N 10 8.26 15.94 12 25 3.12
32 Fahresa Ramadhani 10 8.14 16.05 16 30 2.58
33 Meylania Dhika Putri 10 9.84 5.92 10 23 3.24
34 Meilania carens P 10 9.95 3.2 11 21 3.38
35 Ainan Rizqy Budi A 10 8.15 11.22 13 26 2.44
36 Kartika Irine 10 8.63 18.27 13 22 2.51
37 Niken Setya Larasati 10 8.96 9.86 10 28 2.03
38 Luthfi Ayu Kusumaningrum 10 8.88 4.68 2 26 3.34
39 Dewi puspita Anggraeni 10 9.12 11.72 12 25 3.49
40 Shania Putri Navasa 10 8.16 8.76 13 29 3.37
41 Salindri 10 10.44 2.1 6 19 4.01
42 Novia Kusumadhani 10 8.38 2.23 10 27 3.26
43 Atika Febri Harjianti 10 9.13 2.29 2 24 2.38
44 Karyna Gabriela A 10 9.28 5.05 8 30 2.28
45 Hilma Maulida 10 10.06 4.2 4 20 2.53
46 Aditya Bayu Setyawan 12 7.91 33.74 16 35 2.44
47 Adeyan Kurniawan 12 7.73 21.52 17 36 2.01
48 Yunita Sari 12 8.38 9.22 3 29 3.23
49 Ila Tamamita 12 8.42 9.1 12 31 2.44
50 Siska Krisdayanti 12 8.5 18.28 13 33 3.18
51 Dian Yulaisa 11 8.19 33.48 19 30 2.09
52 Risque Usda Prabowo 11 7.84 1.00.40 17 37 2.41
53 Mahardika Aji Wibisono 11 9.16 5.3 14 24 3.26
54 Sulthon Kharisma Akmal 11 9.3 5.8 15 24 3.10
55 Sri Ayati 11 10.22 6.25 14 20 3.30
56 Trada Vernanda 11 9.4 9.8 17 21 3.19
57 Ratna Indriyani 11 8.96 13.85 16 30 3.07
58 Rahma Aulia 11 10.06 7.28 16 28 3.09
59 Syah Ruben 11 8.65 37.66 13 26 3.16
60 Andika Nursetya P 11 8.54 6.8 17 27 2.14
61 Abdul Rochim 11 7.92 20.26 22 38 2.14
62 Awalina Yusanda 11 9.53 4.2 4 22 3.31
63 Tiara Rien Kurnia 11 8.85 7.41 12 36 3.18
64 Annisa Enggar P 11 9.26 9.24 19 28 3.16
65 Indah Larasati S P 11 8.82 24.6 13 31 3.18
66 Wahyu Najib Nugraha 11 8.06 20.34 17 26 3.25
67 Annisa Dwi Ningrum 11 10.01 8.2 3 21 3.34
68 Falikatul Hijra 11 9.45 4.14 11 27 2.53
69 Ani Widi Indriyani 11 9.42 3.91 6 27 3.19
70 Widya Emilia 11 8.68 11.14 11 34 2.47
71 Yosafat Michael B 11 9.07 14.48 14 25 3.14
72 Andyah Mega P 11 9.35 3.54 10 28 3.00
73 Windy Astuti 11 9.38 8.9 7 20 3.12
74 Ricardo Yunior S 11 9.1 9.2 20 33 2.58
75 Amanah Uyun D 11 9.66 4.5 9 22 3.24
76 Cici Valentina 11 9.3 6.7 16 22 3.22
77 M. Agus Kurniawan 11 10 7.8 16 17 2.44
78 Asna Dewi Annisah 11 8.12 19.26 20 31 2.51
79 Agung Adi Darmawan 11 8.38 21.58 16 26 2.03
80 Guntur Hario Yudanto 11 8.5 8.6 14 24 2.04
81 Okta Wibowo Mukti 11 9.88 5.61 18 22 4.03
82 Annisa Nugrahaini 11 9.71 5.6 11 23 3.37
83 Chindy Putri D S 11 8.12 5.09 23 41 2.01
84 Andri Tri Waluyo 11 8.67 14.12 18 19 3.26
85 Afrizal P P 11 9.68 6.17 12 22 2.38
86 Nadia Ivanka Wardani 11 9.54 9.68 5 22 2.28
87 Sabrina Madinatul Ahdha 11 9.32 7.6 12 23 2.53
rata rata 8.98 11.95 13.76 27.17 2.83
Table :2. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Lari 40 Meter Siswa Putra Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 0 0 0
2 4 0 0 0
3 3 16 48 42.11%
4 2 10 20 26.32%
5 1 12 12 31.58%
Jumlah 38 80 100.00%
Rata – rata nilai tes lari 40 meter putra : 2.11
Gambar : 1
Grafik Nilai Lari 40 meter putra
Table 3. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Lari 40 Meter Siswa Putri Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 0 0 0
2 4 3 12 6.12%
3 3 6 18 12.24%
4 2 17 34 34.69%
5 1 23 23 46.94%
Jumlah 49 87 100.00%
Rata – rata nilai tes lari 40 meter putri : 1.78
Gambar :2.
Grafik Nilai Lari 40 meter putrid
Table 4. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Gantung Siku Tekuk Siswa Putra Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 2 10 5.26%
2 4 5 20 13.16%
3 3 12 36 31.58%
4 2 16 32 42.11%
5 1 3 3 7.89%
Jumlah 38 101 100.00%
Rata – rata nilai tes gantung siku tekuk putra : 2.66
Gambar .3.
Grafik Nilai Gantung Siku Tekuk Putra
Table .5 . Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Gantung Siku Tekuk Siswa Putri Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 1 5 2.04%
2 4 2 8 4.08%
3 3 20 60 40.82%
4 2 26 52 53.06%
5 1 0 0.00%
49 125 100.00%
Rata – rata nilai tes gantung siku tekuk putri : 2.55
Gambar :4.
Grafik Nilai Gantung Siku Tekuk Putri
Table . 6 . Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Baring Duduk 30 detik Siswa Putra Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 0 0 0.00%
2 4 6 24 15.79%
3 3 23 69 60.53%
4 2 8 16 21.05%
5 1 1 1 2.63%
Jumlah 38 110 100.00%
Rata –rata nilai tes baring duduk 30 detik putra : 2.89
Gambar ,5,
Grafik Nilai Baring Duduk 30 detik Putra
Table . 7 . Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Baring Duduk 30 detik Siswa Putri Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 2 10 4.08%
2 4 7 28 14.29%
3 3 26 78 53.06%
4 2 14 28 28.57%
5 1 0 0 0.00%
Jumlah 49 144 100.00%
Rata –rata nilai tes baring duduk 30 detik putri : 2.94
Gambar :6.
Grafik Nilai Baring Duduk 30 detik Putri
Table . 8. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Loncat Tegak Siswa Putra Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 0 0 0.00%
2 4 3 12 7.89%
3 3 10 30 26.32%
4 2 18 36 47.37%
5 1 7 7 18.42%
Jumlah 38 85 100.00%
Rata-rata nilai tes loncat tegak putra : 2.24
Gambar : 7.
Grafik Nilai Loncat Tegak Putra
Table 9. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Loncat Tegak Siswa Putri Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 0 0 0.00%
2 4 3 12 6.12%
3 3 18 54 36.73%
4 2 23 46 46.94%
5 1 5 5 10.20%
Jumlah 49 117 100.00%
Rata –rata nilai tes loncat tegak putri : 2.39
Gambar :8.
Grafik Nilai Loncat Tagak Putri
Table .10. Tabel Analisis Diskriptif Persentase Nilai Tes Lari 600 Meter Siswa Putra Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 7 35 18.42%
2 4 9 36 23.68%
3 3 11 33 28.95%
4 2 10 20 26.32%
5 1 1 1 2.63%
Jumlah 38 125 100.00%
Rata – rata nilai tes lari 600 meter putra : 3.29
Gambar : 9
Grafik Nilai Lari 600 meter Putra
Table 11. Tabel Analisis Diskriptif PersentaseNilaiTes Lari 600Meter Siswa Putri Kelas IV da V SD Cebongan 02 Salatiga Tahun Pelajaran 2009/2010.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE
1 5 4 20 8.16%
2 4 13 52 26.53%
3 3 20 60 40.82%
4 2 12 24 24.49%
5 1 0 0 0.00%
Jumlah 49 156 100.00%
Rata – rata nilai tes lari 600 meter putrid : 3.18
Gambar :.10.
Grafik Nilai Lari 600 meter Putri
Tabel 4.12. Rekapitulasi Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putri SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE KATEGORI
1 19 2 38 4.08% B
2 18 1 18 2.04% B
3 17 2 34 4.08% S
4 16 2 32 4.08% S
5 15 3 45 6.12% S
6 14 7 98 14.29% S
7 13 8 104 16.33% K
8 12 10 120 20.41% K
9 11 4 44 8.16% K
10 10 7 70 14.29% K
11 9 2 18 4.08% KS
12 8 1 8 2.04% KS
Jumlah 49 629 100.00%
Rata – rata nilai tes kesegaran jasmani : 12,83
Gambar :.11.
Persentase Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putri
SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
Gambar :12
Grafik Nilai rata – rata Siswa Putri
Tabel 4.13. Rekapitulasi Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putra SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE KATEGORI
1 20 1 20 2.63% B
2 19 1 19 2.63% B
3 17 4 68 10.53% S
4 16 3 48 7.89% S
5 15 3 45 7.89% S
6 14 9 126 23.68% S
7 13 2 26 5.26% K
8 12 2 24 5.26% K
9 11 3 33 7.89% K
10 10 5 50 13.16% K
11 9 3 27 7.89% KS
12 8 1 8 2.63% KS
13 7 1 7 2.63% KS
Jumlah 38 501 100.00%
Rata – rata nilai tes kesegaran jasmani putra : 13,18
Gambar :13
Grafik Nilai Rata-rata Siswa Putra
Gambar : 14.
Persentase Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putra
SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
Tabel 4.14. Rekapitulasi Hasil Tes Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan Kelas V Putra dan Putri SD Negeri Cebongan 02 Salatiga.
NO NILAI (N) FREKUENSI (F) N x F PERSENTASE KATEGORI
1 20 1 20 1.15% B
2 19 3 57 3.45% B
3 18 1 18 1.15% B
4 17 6 102 6.90% S
5 16 5 80 5.75% S
6 15 6 90 6.90% S
7 14 16 224 18.39% S
8 13 10 130 11.49% K
9 12 12 144 13.79% K
10 11 7 77 8.05% K
11 10 12 120 13.79% K
12 9 5 45 5.75% KS
13 8 2 16 2.30% KS
14 7 1 7 1.15% KS
Jumlah 87 1110 100.00%
Rata – rata nilai tes kesegaran jasmani : 12,76
Ya Allah Ya Robbi,di akhir tahun ini, do'aku untuk saudara - saudaraku, sahabat dan handaitaulanku, serta orang-orang yang ku hormati, kucintai, beri mereka kesehatan, tawadhuk dalam iman, keluarga yg bahagia, rizky yang barokah dan berlimpah, serta terimalah dengan ridhomu amal ibadahnya, agar mereka dapat terselamatkan di akhirat kelak. Amin ya robbal alamin.